Teknologi

Internet Untuk Apa?

Jul 20, 2017

Kita hidup dizamannya orang-orang menggandrungi hal-hal baru, berjiwa pemberontak, rajin narsis berswafoto, memotret diri sendiri atau yang familiar dengan sebutan selfie, dan mengandalkan digital, dimana sekitar 75% dari hobi mereka menjadi pekerjaan. Mereka kreatif, mereka membuat bukan hanya menonton, zaman ini hidup generasi millenial.

Kemajuan teknologi tidak bisa lagi dibendung, namun yang mesti kita sadari adalah selalu ada peluang dibalik kemajuan teknologi. Sayangnya tidak sedikit yang belum mampu beradaptasi atau memanfaatkan teknologi yang tersedia pada saat ini.

Internet?

Internet pada zaman ini sepertinya hampir sudah menjadi kebutuhan, terutama generasi muda dan generasi yang lebih tua yang mulai beradaptasi dengan teknologi saat ini. Internet itu memudahkan, internet itu adalah alat, internet bisa membuat jarak didunia ini menjadi sangat dekat. Semua terasa lebih mudah, untuk menjadi tau kita cukup buka mbah google, dengan smartphone yang hampir semua orang sudah mempunyainya. Pada tahun 2016 yang lalu pengguna smartphone Indonesia mencapai 65.2 juta orang (data: databoks.katadata.co.id). Perusaan riset We Are Social telah melaporkan bahwa pertumbuhan pengguna internet di Indonesia terbesar di dunia. Pengguna internet Indonesia pada tahun 2016 adalah 88,1 juta, namun pada awal tahun 2017 melesat naik 51 persen menjadi 132,7 juta, dengan 69 persen mengakses menggunakan perangkat smartphone (mobile), sisanya melalui PC dan tablet.

Statsitik Pengguna Internet Smartphone Indonesia

Foto: techinasia.com

Kalau kita lihat data pada gambar diatas, pengguna sosial media sudah mencapai 106 juta, Indonesia bahkan menempati posisi ketiga di dunia terbanyak pengguna sosial medianya, termasuk salah satu negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Burukkah hal ini? coba kita lihat lagi, jumlah pengguna internet di Indonesia yang berbelanja seca online sudah mencapai angka 24,74 juta dengan nilai US$5,6 miliar (sekitar Rp74,6 triliun) telah mereka belanjakan, sekitar 3 jutaan pertahun per orang.

Sebagai orang yang hidup dimana generasi millenial hidup, atau bahkan kita adalah generasi millernial tersebut, apa yang kita perbuat dengan data diatas? Ingat dengan perkataan saya diawal “selalu ada peluang dibalik kemajuan teknologi”.

Apa Hebatnya Internet?

Saya harus mengatakan bahwa internet telah memudahkan kita mulai dari menyapa teman tanpa ketemu, hanya dengan emoticon “Hi” saja kita sudah menganggap itu silaturahmi (yaah memang beginilah zamannya), sampai dengan gaya mencari uang terpengaruh dengan adanya internet dan kemajuan teknologi.

Bicara kehebatan internet, Barack Obama berhasil menjaring pendukungnya saat kampanye dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak 38 juta dolar AS, ini adalah kehebatan internet. Tak hanya itu, politisi Indonesia juga banyak kok yang menggunakan internet untuk kepentingan politiknya. Terlepas dari kondisi politik Indonesia, but its works. Sebagai orang IT dan orang yang aktif di internet saya sangat memahami hal itu.

Berpenghasilan dari Internet?

Kemajuan teknologi ikut mempengaruhi gaya orang mencari uang. Dizaman digital seperti ini banyak anak mudah dengan mudah mencetak uangnya sendiri, dengan pengertian ada banyak cara yang mereka bisa manfaatkan untuk mencari uang, tanpa harus mengemis pekerjaan setelah lulus kuliah, tanpa harus menjadi pegawai negeri (saya tidak mengatakan PNS jelek ya). Mereka yang kreatif bisa membuat konten yang disukai dan dibutuhkan banyak orang. Mereka membuat video kemudian di upload ke YouTube dan instagram, dibanding jadi orang alay update status gak jelas di facebook, nyinyir di sosial media, mending membuat konten kreatif kemudia upload ke sosial media tersebut, kita bisa create money dari sana. Di YouTube anda bisa mendapatkan penghasilan yang tidak bisa diremehkan jika anda serius garapnya, banyak yang saya tau dan kenal bisa puluhan  juta bahkan ratusan juta hanya dari YouTube. Di Instagram anda bisa buat konten menarik (video dan gambar) sehingga follower banyak, kemudian anda bisa buat paid post dan terima endors, cara ini juga banyak dilakoni anak muda.

Untuk anda yang suka menulis, tidak anda salahnya anda tuangkan tulisan anda pada sebuah blog, kemudian ikutkan pada program periklanan Goole AdSense, anda juga bisa create money dari sana. Nah dari data yang disebutkan diatas, peluang apa yang bisa kita tangkap? ya, dengan pertumbuhan pengguna internet yang berbelanja di internet meningkat setiap tahunnya, itu artinya pasar Indonesia atau masyarakat Indonesia sudah mulai teredukasi, hal ini menurut saya besar andil perusahaan e-commerce di Indonesia yang gencar iklan di TV dan sosial media, seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya untuk mengedukasi masyarakat. Dengan data tersebut kita bisa menemukan peluang berjualan di Internet? bingung jualan apa? manfaatkan saja internet untuk riset produk yang laku atau sedang trend, anda bisa gunakan instagram dan market place (semacam tokopedia dan bukalapak, serta shoope), anda amati produk apa saja yang mereka jual dan laku, produk apa saja yang belum banyak dipasaran namun banyak peminatnya. Selain itu anda bisa promosikan produk daerah anda, dan sebagainya. Anda bisa menjual produk melalui sosial media atau membuat sebuah website (toko online) atau melalui market place yang banyak saat ini.

Ada banyak cara menghasilkan uang dari internet, diantaranya jual produk, CPC (AdSense dan kawan-kawan), Affiliate, CPA, dan masih banyak lagi. Ada banyak orang yang berpenghasilan puluhan juta hanya memanfaatkan internet, bahkan mereka yang sebelumnya awam dengan dunia ini. Ada banyak juga orang yang bisnisnya offline, kemudian ekspansi ke online dan omset meningkat drastis.

Internet sudah banyak membantu para UKM yang modal terbatas untuk berkembang, bukan itu saja perusahaan besarpun melirik internet untuk memasarkan produk mereka, dengan kata lain internet adalah sarana murah dan efektif untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa. Lalu tunggu apa lagi? jangan cuma jadi penonton.

Internet juga dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan ke masyarakat ramai potensi daerah, objek wisata dan kerajinan daerah misalnya, seharusnya ini juga dilihat oleh pemerintah daerah sebagai sarana memunculkan potensi daerah tersebut, promosi pariwisata misalnya, kenapa tidak dibuat campaign pariwisata untuk daerah tersebut di internet, saya rasa itu cukup efektif untuk mengangkat potensi daerah dengan pengguna internet dan sosial media yang semakin bertumbuh itu.

Lalu Internet Untuk Apa?

Lalu internet untuk apa? yah tidak ada manfaat yang berarti jika kita hanya menggunakan internet hanya untuk update status alay di facebook, dan upload foto selfie yang kadang seperti hantu dan aneh karena efek b12 atau 360. Anak muda, mahasiswa, siswa bisa memanfaatkan internet sebagai perpustakaan pribadi, karena hampir semua yang kita cari ada di internet, internet untuk pengembangan diri sangat bisa. So, tergantung kita sekarang, mau termasuk yang mengambil peluang itu, atau hanyak menjadi orang alay yang setiap hari “mengotori” timeline facebook. Saya hanya memberikan gambaran, semoga bermanfaat untuk kita semua, dan membuka pengetahuan dan wawasan khususnya saya sendiri dan kita semua.

Gue adalah blogger biasa yang mencoba menyapa dunia dengan tulisan alakadarnya ala gue yang gue namakan A Journey of Mezi Aris Apronny.
email: hi@meziaris.com

5 Comments

  • Reply Bimo Aji August 4, 2017 at 12:32 am

    Internet adalah sumber informasi seperti dua mata pisau sih. Tinggal usernya aja menempatkan diri di posisi yang mana

    • Reply Mezi Aris Apronny August 4, 2017 at 1:01 am

      Bener banget mas, mesti pandai-pandai memilih dan memilah.

  • Reply Maya August 4, 2017 at 2:02 pm

    Kerasa banget sih tanpa internet, nggk tau deh pokoknya ini candu atau butuh yang pasti hidup gue bener-bener nggk bisa tanpa internet, kalau wifi eror gue langsung cek data seluler, kalau kuota nipis langsung deh gue beli kuota, tp semoga nggk aneh-aneh aja lah

    • Reply Mezi Aris Apronny August 4, 2017 at 2:29 pm

      Hehe iya mbak bahaya kalau aneh-aneh 😀
      Internet sudah jadi kebutuhan ya mbak.

  • Reply Ayu August 9, 2017 at 2:19 pm

    “Hi” aja udah silaturahmi, hihihihihi

  • Leave a Reply to Maya Cancel Reply